Atasi Arus Imigran, AS Terjunkan 5.200 Tentara ke Perbatasan | M88 Thailand, M88 Malaysia

Atasi Arus Imigran, AS Terjunkan 5.200 Tentara ke Perbatasan
Para migran asal Honduras saling bergabung membentuk rantai manusia untuk menyeberangi Sungai Suchiate, yang memisahkan Meksiko dan Guatemala, Senin (29/10). ( Foto: Istimewa )
Jeanny Aipassa / JAI Selasa, 30 Oktober 2018 | 16:08 WIB

Washington - Amerika Serikat (AS) menerjunkan sekitar 5.200 tentara ke perbatasan selatan, sebagai tanggapan atas meningkatnya arus imigran dari Amerika Tengah yang hendak masuk ke AS melalui Meksiko.

"Kami akan memperkuat titik-titik prioritas yang menjadi pintu masuk perbatasan dan mengamankan perbatasan," kata Jenderal Angkatan Udara, Terrence O'Shaughnessy, kepala Komando Utara AS, pada konferensi pers di Washington, Senin (29/10).

Bala bantuan yang menuju ke perbatasan AS-Meksiko adalah pasukan pendukung dan akan mencakup tiga batalyon teknik dengan "peralatan berat", serta staf penerbangan dan medis.

Sebagian besar pasukan sedang aktif bertugas dan akan membawa senjata, tetapi tidak akan menjadi bagian dari upaya penegakan hukum untuk menghormati Undang-Undang Posse Comitatus, yang melarang pemerintah federal menggunakan kekuatan bersenjata dalam peran polisi domestik.

Komandan darat misi AS adalah Letnan Jenderal Angkatan Darat Jeffrey S. Buchanan, mengatakan ada tiga area perbatasan yang akan dijaga ketat, yakni di Texas Selatan, Arizona dan California. Pasukan yang dikirim berasal dari pos-pos militer termasuk Fort Bragg, Pangkalan Bersama Lewis-McChord, Fort Stewart, Fort Campbell, Fort Riley dan Fort Knox.

Selain pasukan, militer AS juga mengirimkan helikopter dan 22 mil kawat berduri ke perbatasan selatan. Pesawat Air Force C-130 dan pesawat kargo lainnya juga digunakan untuk mengirim personil Patroli Perbatasan tambahan.

Sejauh ini, sekitar 2.000 pasukan Garda Nasional yang membantu di perbatasan di bawah pengaturan Badan Pertahanan AS (Pentagon). Dengan ribuan pasukan tambahan yang menuju ke selatan, diperkirakan jumlah tersebut sama dengan yang dikerahkan AS ke Irak dan Suriah. 

Pada Senin, ratusan imigran Amerika Tengah mengarungi Sungai Suchiate untuk menyeberang secara ilegal ke Meksiko, setelah sehari sebelumnya terjadi bentrokan sengit di perbatasan Guatemala-Meksiko yang menewaskan satu orang dan menyebabkan puluhan orang lainnya terluka.

Para migran berhasil menyeberang ke Meksiko, namun mereka langsung ditangkap oleh puluhan petugas polisi federal dan agen imigrasi, dan membawa mereka ke dalam tahanan. Jumlah pengungsi Amerika Utara yang telah berada di Meksiko dan hendak masuk ke AS diperkirakan mencapai 4.000 orang.

 



Sumber: Fox News
CLOSE