Jakarta- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar sejumlah kegiatan DI Bali sebagai upaya memberikan nilai tambah perhelatan Pertemuan Tahunan IMF – Bank Dunia yang berlangsung di Bali, 12 – 13 Oktober mendatang.
“Berbagai kegiatan digelar OJK untuk mendukung pertemuan tahunan IMF – Bank Dunia agar hasil dari kegiatan tersebut dapat langsung disajikan dalam bentuk event yang bersifat implementatif dan memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia sebagai negara penyelenggara, terutama untuk Industri Jasa Keuangan Indonesia,” kata Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik Anto Prabowo dalam siaran pers, Senin (8/10).
Lima kegiatan akan digelar OJK di Bali. Pertama, High Level Policy Dialogue Forum: The Future of Finance, di mana OJK memfasilitasi forum bagi pimpinan otoritas dan akademisi dari luar negeri berinteraksi dan berdiskusi bersama para
pimpinan industri jasa keuangan, lembaga multilateral mengenai transformasi sektor jasa keuangan di tengah era revolusi teknologi digital dalam rangka meningkatkan inklusi keuangan dan mencapai target pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan (sustainable development).
Kedua, Fintech Talk Seminar untuk mendapatkan perspektif yang lebih luas dan menyeluruh dalam mendalami peran Fintech sebagai platform inklusi keuangan dan peningkatan akses pendanaan bagi segmen mikro dan SME serta Keuangan Syariah.
Ketiga, International Seminar Research on Financial Sector and the Future of Finance untuk menampilkan hasil penelitian terkini dari berbagai universitas luar negeri dan riset OJK bersama universitas dalam negeri mengenai isu-isu sektor keuangan yang sedang berkembang pada saat ini.
Keempat, Financial Service Authority (FSA) of Asia Coordination Meeting yang membahas berbagai isu yang berkembang dalam era transformasi digital. Kelima, penandatanganan Nota Kesepahaman dengan otoritas jasa keuangan Thailand dan Singapura.
Kemudian, dalam rangka mendukung pemberdayaan lingkungan hidup yang berkelanjutan, OJK juga akan mengadakan acara penanaman pohon Gaharu bersama pimpinan pelaku Industri Jasa Keuangan. Diharapkan bibit-bibit pohon yang ditanam akan tumbuh baik dan dapat dimanfaatkan serta memberikan nilai tambah ekonomis bagi masyarakat sekitar.