Jakarta - Siapa bilang perawatan kulit wajah hanya untuk kaum hawa. Terbukti selama 5 tahun belakangan ini para lelaki juga berbondong-bondong mendatangi klinik kecantikan untuk merawat wajah mereka.
Noviana Supit, Managing Director Erha Clinic, dalam siaran pers kepada Beritasatu.com, Jumat (21/9), mengatakan pada 1999 silam, klinik kecantikan rata-rata didominasi kaum wanita. Namun 5-6 tahun terakhir ini, persentase pelanggan pria semakin bertambah.
"Kira-kira 5-6 tahun terakhir 20 persen pelanggan Erha Clinic adalah laki-laki. Kami sendiri kaget. Dulu semua pelanggan perempuan, sekarang mulai banyak laki-laki yang menyadari kesehatan kulit. Kalau dilihat porsinya 80 persen perempuan, dan sisanya 20 persen laki-laki," ujar Novi.
Pelanggan laki-laki yang datang ke Erha Clinic, dipaparkan Novi kebanyakan memiliki masalah kulit yang bervariasi. Berdasarkan usia, remaja laki-laki biasanya datang dengan keluhan jerawat, sementara pada lelaki matang berusia 40 tahunan datang dengan masalah pada rambut.
Tak hanya datang untuk mengatasi masalah kulit terkait gaya hidup, para pria juga mulai peduli pada penanganan infeksi jamur, virus seperti cacar air ataupun herpes, infeksi bakteri, gigitan serangga, eksim, alergi, gangguan pigmentasi sampai ke permasalahan pada rambut.
Berkaca pada semakin meningkatnya pelanggan pria di klinik kecantikan, dikatakan CEO Derma Global Ventura (holding company Erha Clinic Indonesia) Alfons Sindupranata, tak heran jika rata-rata pertumbuhan industri naik lebih dari 15 persen.
Menurut Alfons, angka ini tergolong masih tinggi dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura yang sudah di bawah 10 persen.
"Jumlah penduduk Indonesia cukup besar, dan semakin banyak masyarakat yang peduli untuk merawat kulit. Hal tersebut membuat industri perawatan kulit, termasuk klinik perawatan kulit, makin tumbuh.