Yogyakarta – Pesta batik kembali hadir di Yogakarta. Bertajuk “Jogja International Batik Biennale” (JIBB) 2018, acara ini merupakan perhelatan akbar tingkat internasional yang dihadiri peserta seluruh Indonesia dan beberapa negara sahabat. Presiden Jokowi dijadwalkan akan membuka JIBB 2018 pada
Dipastikan, Presiden WCC Dr. Ghada Hijjawi Qaddumi, dan Presiden ASEAN Handicraft Promotion and Development Association (AHPADA) Edric Ong, menghadiri acara yang akan dimulai pada 2 Oktober mendatang.
Ketua Panitia Pelaksana JIBB 2018,Tazbir MH, mengatakan perhelatan ini adalah bagian dari tanggung jawab Yogyakarta yang menyandang predikat “Kota Batik Dunia” yang telah disematkan oleh World Craft Council (WCC). “Ini prestasi luar biasa dan apresiasi yang tak ternilai harganya untuk negara Indonesia khususnya Yogyakarta,” kata Tazbir, Minggu (23/9).
WCC yang berafiliasi dengan UNESCO, adalah sebuah lembaga Internasional yang berfokus pada apresiasi, kegiatan, serta permasalahan komunitas kriya di dunia. Presiden WCC menobatkan Yogyakarta sebagai “Kota Batik Dunia” pada 18 oktober 2014 di Dongyang, Tiongkok.
“Merupakan kebanggaan bagi Yogyakarta dengan peristiwa tersebut yang juga sekaligus merupakan tanggung jawab yang melekat erat mengingat Batik sudah tercatat di Unesco sebagai Warisan Budaya Tak Benda yang merupakan Karya Agung Manusia dari Indonesia,” kata Tazbir.
Selain itu, Yogyakarta telah memenuhi tujuh kreteria yang ditetapkan oleh WCC sebagai syarat menjadi kota Batik Dunia diantaranya adalah nilai sejarah, keaslian, regenerasi, nilai ekonomi, ramah lingkungan, reputasi internasional dan tersebar luas.
Latar belakang itulah yang menjadi landasan utama acara JIBB. JIBB 2018 terdiri dari berbagai rangkaian acara diawali dengan roadshow dibeberapa kota batik di Jawa dan Madura. Diikuti dengan penyelenggaraan Gebyar Batik di Kabupatan dan Kota DIY yang berakhir pada tanggal 29 September 2018.
“Rentetan kegiatan JIBB 2018 tersebut akan dilaksanakan pada 2-6 oktober 2018 dan akan dibuka pada opening ceremony pada 3 Oktober 2018 oleh Presiden Jokowi di Pagelaran Kraton, Yogyakarta.
”
Rangkaian puncak dari JIBB 2018 diantaranya adalah pameran, simposium Nasional dan Internasional, workshop pewarna alam, fashion show, heritage tour dan karnaval rias kreasi. Serangkaian acara tersebut diharapkan dapat menjadi representasi Jogja sebagai “Kota Batik Dunia” di mata dunia Internasional.
Rentetan kegiatan JIBB 2018 tersebut akan dilaksanakan pada 2-6 oktober 2018 dan akan dibuka pada opening ceremony pada 3 Oktober 2018 oleh Presiden Jokowi di Pagelaran Kraton, Yogyakarta.
Mengambil tema “Innovation for Sustainable Future” acara ini akan melaksanakan berbagai diskusi tentang batik, diantaranya simposium dengan pembicara Gubernur Jawa Tengah, Gubernur DIY, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, desainer dari Jepang dan ahli pewarnaan alam dari Sakhon Nakhon Thailand.
Tidak hanya diskusi, praktek untuk bertukar gagasan ilmu diwadahi pada kegiatan workshop pewarnaan alam yang akan diberikan oleh ahli pewarna alam dari Thailand dan Taiwan. “Tujuannya memperluas wawasan mengenai variatif warna alam yang lebih ramah lingkungan yang diadakan di desa Imogiri, Bantul,” kata Tazbir.
“Diharapkan melalui berbagai acara di kegiatan JIBB 2018 ini dapat berfungsi sebagai suatu peristiwa yang layak untuk di apresiasi dan sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat luas. Maka, terbukalah kesempatan Batik Indonesia dari daerah yang lain untuk bisa memperoleh manfaat, karena Yogyakarta dapat menjadi pintu gerbang bagi kerajinan Batik di Indonesia untuk berkiprah di kancah internasional.”

Rangkaian Acara JIBB 2018:
1. Pameran (2-6 Oktober)
• Batik klasik dan koleksi batik Kraton Nusantara ( Pagelaran Kraton)
• Bazar Batik (Benteng Vredeburg)
• Eksibisi Batik Indonesia, Batik Fashion, Batik Identitas Wilayah ( Taman Budaya Yogyakarta)
• Pameran Daur Hidup, Batik Filosofi dan Batik dalam Kehidupan (Musuem Sonobudoyo)
• Batik dalam Seni Rupa dan Seni Rupa Kontemporer (Jogja Gallery)
• Batik Sebagai Elemen Interior dan Design Produk (Museum Bank Indonesia)
2. Simposium Internarnasional dan Nasional (2-3 Oktober)
• Tema Nasional: Kebijakan Pemerintah dalam mendukung pengembangan dan pelestarian Tradisi Seni Batik, Pengaruh Fairtrade Social Compliences Industri Batik pada Mekanisme Perdagangan Internasional, Produksi Biaya Rendah Berdasarkan Pengalaman Batik Madura dan Kepedulian Terhadap Batik sebagai Warisan Budaya. ( Hotel Ambarukmo)
• Tema International: The Impact of Batik Innovatio for the world, International protection of Indonesia’s Batik Heritage, Design of Batik Trend and Launching Trend Forecast, The Development of Asia Natural Dyes (Hotel Ambarukmo)
3. Workshop (5-6 Oktober)
• Workshop pewarnaan alam menghadirkan ahli warna alam diantaranya Chu Tzo Lou (Taiwan) , Prach Niyomkar Thailand (Sentra Batik Giriloyo, Desa Imogiri, Bantul) dan Wahyudi Aji (Jombang)
• Peserta 100 Orang pengrajin batik Jogja dan dari beberapa daerah Indonesia
4. Heritage Tour (4 Oktober 2018)
• Di Gedangsari, Gunung Kidul
5. Fashion Show ( 3-6 Oktober 2018)
• Di Pagelaran Kraton, Yogyakarta
6. Karnaval JIBB 2018 (6 Oktober 2018)
• Pukul 14.00- 17.00 di Jalan Malioboro