Jakarta - Artis senior yang juga seorang perancang busana, Chintami Atmanegara, mengaku sangat senang batik sebagai pakaian khas nusantara kini bisa mendunia. Oleh sebab itu, dirinya lebih fokus merancang dan memproduksi busana tradisional dengan bahan dasar batik.
"Batik Lasem sebagai salah satu corak batik nusantara memiliki ciri khas yang unik yakni motifnya sangat klasik, lebih detail dan masih dikerjakan secara tradisional," kata Chintami di sela pameran Tribute to Batik Indonesia, do Pasaraya The Pride of Indonesia, Jakarta, Jumat (5/10).
Chintami mengaku senang bisa mewujudkan impiannya untuk menghasilkan busana berbahan kain tradisional batik, dan tertarik mengembangkan kain warisan budaya bangsa ini.
"Batik Lasem yang berasal dari Rembang cukup bisa bersaing di pasar internasional lantaran keunikan motif dan kental menggambarkan kearifan nusantara selain itu dikerjakan dengan cara yang tradisional, membuat saya lebih banyak memproduksi busana yang berasal dari Batik Lasem," tutup Chintami.
Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang bekerja sama dengan Pasaraya menggelar pameran Tribute To Batik Indonesia bertajuk The Art Of Rembang, 2 hingga 31 Oktober mendatang yang digelar dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional.
Dalam acara pembukaan pameran itu, turut dihadiri oleh Bupati Rembang, H Abdul Hafidz, Wakil Bupati Rembang, Bayu Andrianto, CEO Pasaraya, Medina Latief Harjani dan Dona Latief ini memamerkan beragam produk unggulan dari Kabuaten Rembang diantaranya Batik Tulis Lasem yang terkenal dan melegenda.