Jakarta - Pertumbuhan pasar fashion pria di Indonesia masih besar. Hal itu seiring dengan berkembangan tren fashion pria belakangan ini. Ditambah lagi, pasar fashion pria masih belum sekompetitif pasar fashion wanita.
Chief Executive Officer PT Mega Perintis, perusahaan bergerak di fashion retail pria Manzone dan MOC, FX Afat Adinata mengatakan, pasar fashion di Indonesia masih bertumbuh besar. Hal itu mengingat saat ini para pria mulai sadar dengan tren busana yang berkembang, dan mulai mencari pakaian ataupun aksesoris yang memang sesuai dengan tren dan musim yang tengah berjalan.
"Meski demikian, pasar fashion pria masih belum sekompetitif pasar fashion wanita. Sehingga peluang untuk tumbuh besar pun masih besar," ungkap Afat, di sela peluncuran fasilitas Mix & Match digital Manzone di Jakarta, Kamis (1/11).
Afat mengatakan tahun ini saja merek dibawah naungan perusahaannya tetap betumbuh positif, bahkan mencapai diatas 15 persen. Angka tersebut merupakan diatas rata-rata pertumbuhan industri retail di Indonesia saat ini.
"Namun, bukanlah hal yang mudah untuk menghadapi persaingan industri fashion retail pria. Untuk itu, dibutuhkan hal yang berbeda untuk merebut konsumen. Salah satunya, dengan menawarkan hal yang berbeda berupa pengalaman berbelanja di toko offline yang didukung dengan fasilitas mix & match digital," jelasnya.
Melalui fitur ini, lanjut Afat, konsumen Manzone dapat memadupadankan pakaian secara digital sebelum membeli, sebelum mencobanya di fitting room. Dari 102 gerai Manzone di seluruh Indonesia, ada tiga gerai yang sudah dilengkapi dengan fasilitas digital experience, Gandaria City Mall, Kota Kasablanka, dan Pesona Square Depok.
"Kami ingin memanjakan konsumen dengan menyediakan screen yang merupakan hybrid antara offline store dengan online store serta digital catalog yang bisa digunakan oleh konsumen. Dengan demikian, konsumen bisa memadupadankan busana pilihannya tanpa perlu mencobanya di fitting room," ujar Afat.