Sedih Dituding Gagal Memimpin Palu, Pasha Curhat ke Ungu | M88 Thailand, M88 Malaysia

Sedih Dituding Gagal Memimpin Palu, Pasha Curhat ke Ungu
Adelia Pasha membantu korban gempa di Palu. ( Foto: istimewa )
Chairul Fikri / FMB Sabtu, 20 Oktober 2018 | 10:36 WIB

Jakarta - Cibiran dan hujatan yang kini menimpa Sigit Purnomo Said, atau yang akrab disapa Pasha Ungu, karena dianggap gagal memimpin Kota Palu yang baru dilanda musibah gempa dan tsunami hebat membuat Pasha sedih. Lantaran sebagai wakil wali kota Palu, dirinya sudah berusaha sekuat tenaga untuk membantu masyarakatnya yang kini tengah mengalami musibah.

Hal itu yang membuat Pasha akhirnya curhat ke sahabat-sahabatnya di Ungu. Hal itu diungkapkan Enda saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (19/10).

"Kemarin Pasha sempat curhat ke kami tentang apa yang dia rasakan selama di sana (Palu). Dia curhat ke kami sampai menangis. Menangis bukan karena jabatannya, tetapi menangis karena sedih melihat masyarakat sana yang kini mengungsi dan menjadi korban di sana. Pasha sendiri mengaku kepada kami bagaimana dirinya sudah berjuang sebaik mungkin membantu warganya yang terkena dampak musibah itu. Dia di sana juga korban lho tetapi karena merasa bertanggung jawab karena dia pemimpin di sana, dia juga mau turun tangan membantu membangun kota Palu pascabencana. Tapi kok yah masih ada yang nyinyir dan menghujat. Harusnya kalau mau ya bantu di sana, bareng-bareng membangun kembali Palu bukan malah nyinyir dan menghujat," ungkap Enda.

Ditambahkan Enda, sebagai sahabat pastinya Ungu akan tetap mendukung langkah yang diambil Pasha. Termasuk keputusan apa yang nantinya akan diambil Pasha. Mereka pun berharap jangan lagi ada hujatan dan nyinyiran yang dialamatkan kepada kepala daerah di sana yang sudah bekerja semaksimal mungkin untuk membantu para korban dan membangun kembali Palu pascabencana gempa dan tsunami akhir September lalu.

"Kami tahu kualitas Pasha menjadi kepala daerah di Palu. Kami tahu betapa cintanya Pasha kepada daerahnya. Bagaimana perjuangan dia dan bapak wali kota serta bapak gubernur Sulteng serta aparat pemerintah di sana untuk membantu korban bencana di sana termasuk rencana pembangunan kembali Palu pascabencana. Jadi setop hujatan dan cibiran, yang ada harusnya mereka bekerja sama dan bahu membahu membangun kembali Palu seperti sediakala," lanjutnya.

"Keputusan apapun yang diambil Pasha adalah yang terbaik. Dia orangnya nggak pernah down dan kami sebagai sahabat akan tetap mendukung beliau. Kalau kemarin beliau menangis, itu hanya sebagai pelepasan dia saja. Bukan masalah jabatan," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE