Milenials Angkat Isu Mental Health Problem Lewat Teater | M88 Thailand, M88 Malaysia

Milenials Angkat Isu Mental Health Problem Lewat Teater
Cuplikan poster adegan teater Rumah Rahasia Perempuan, akan dipentaskan selama tiga hari pada 1-3 November 2018 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. ( Foto: Suara Pembaruan / Dina Fitri Anisa )
Dina Fitri Anisa / HA Jumat, 26 Oktober 2018 | 23:37 WIB

Jakarta - Teater Pandora kembali hadir dengan produksinya yang bertajuk Rumah Rahasia Perempuan. Mengambil tema keluarga dengan isu mental health problem, teater yang akan dilakoni oleh generasi milenials ini akan dipentaskan selama tiga hari pada 1-3 November 2018 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.

Sutradara Yoga Muhammad mengatakan Teater Pandora mengangkat isu masalah kesehatan mental karena didasarkan pada keresahan yang mendalam tentang banyaknya orang terutama anak muda, yang memiliki masalah dalam keluarga atau lingkungan sosialnya.

Kemudian, ternyata persoalan tersebut dapat menyebabkan masalah kesehatan mental seperti depresi, rasa cemas berlebihan (anxiety), ataupun perasaan selalu sendiri (loneliness). Berbagai permasalahan ini, jika tidak ditangani dengan baik, dapat berujung pada perilaku menyimpang seperti kecaduan obat, alcoholism, hingga perilaku suicidal (kecenderungan untuk bunuh diri).

“Teater Pandora selalu berusaha untuk menyuguhkan sebuah tontotan yang berkualitas, segar, dan relevan dengan situasi masyarakat urban saat ini, dan salah satu isu yang menarik untuk diangkat adalah mental health problem. Banyak orang yang tidak tahu harus berbuat apa, atau harus bicara ke siapa untuk menyelesaikan masalah tersebut. Kami menemukan bahwa banyak dari masalah kesehatan mental itu asalnya dari permasalahan keluarga,” terang Yogi dalam keterangan pers yang diterima SP, Jumat (26/10).

Ia pun menambahkan, situasi ini semakin dipersulit ketika banyak keluarga tidak pernah membahas persoalan ini secara terbuka. Akhirnya, banyak dari mereka yang terlepas dari keluarga dan jadi orang yang pemurung, bahkan bisa lari ke hal-hal yang negatif.

“Dewasa ini kita lihat banyak keluarga take it for granted, bahwa keluarga mereka harmonis dan baik-baik saja, padahal kenyataannya tidak. Jadi, kuncinya ada di komunikasi, keterbukaan, dan perasaan untuk saling memahami,” ungkapnya.

Pada akhirnya, melalui Rumah Rahasia Perempuan, nantinya teater ini akan bercerita tentang sebuah keluarga yang mengalami disfungsi karena ketiadaan seorang ayah (the absence of father). Cerita berpusat pada kehidupan lima orang perempuan dari tiga generasi dengan segala permasalahannya.

Pertama adalah sang ibu bernama Martha. Wanita berusia 58 tahun ini memiliki gangguan kejiwaan dan kecanduan obat. Lalu ada Diana, Lisa, dan Mia, anak-anak Martha dengan problem keluarga, asmara, dan karir mereka masing-masing.

Empat perempuan dewasa penuh rahasia ini berkumpul kembali di rumah masa kecil mereka, dihadapkan pada dua pilihan: bertahan dengan ibu mereka yang kacau atau pergi meninggalkan rumah. Di samping itu, Rumah Rahasia Perempuan juga akan menampilkan tokoh yang akan mewakili generasi milenial yang sedang mencari jati dirinya. Ia adalah Arlen, remaja berusia 16 tahun.

Yogi menambahkan, bahwa naskah dari Rumah Rahasia Perempuan merupakan sebuah adaptasi dari naskah peraih The Pulitzer Prize tahun 2008, August: Osage County karya Tracy Letts. Ini adalah kali pertama naskah tersebut dipentaskan di panggung Indonesia. Hal ini terhitung sangat baru mengingat jarang sekali bahkan mungkin tidak ada kelompok teater di Indonesia yang membawakan naskah realis-modern di atas tahun 2000



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE