Jakarta - Arang hitam atau black charcoal ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan kulit. Lalu, apa saja manfaat yang dimilikinya?
Ahli dermatologi, dr R Roger Aruan SpKK mengatakan, sejak jaman dahulu charcoal banyak digunakan dalam dunia kesehatan. Misalnya, dahulu ada pil hitam yang digunakan saat diare. Hal itu karena arang hitam tidak bereaksi dengan sekitar dan kuat menyerap zat-zat berbahaya, serta aman digunakan. Bahkan, akhir-akhir ini arang hitam digunakan untuk perawatan dan kesehatan kulit.
"Hebatnya lagi, black charcoal dapat menyerap zat polutan, seperti debu, kotoran, bakteri, atau zat kimia," ungkap dr Roger di sela peluncuran Nivea Men Deep di Jakarta, Selasa (7/8).
Melihat manfaat tersebut, lanjut dr Roger, produk perawatan kulit terutama wajah mengandung black charcoal. Mengingat wajah kerap terpapar polutan dan panas secara langsung yang membuat tampak kusam. Tidak hanya itu, masalah bagian tubuh lainnya yang memiliki kelenjar apokrin juga ternyata dapat diatasi dengan black charcoal. "Seperti daerah ketiak yang lebih rentan terhadap polutan. Salah satu dampaknya adalah bau badan," paparnya.
Sementara itu, Direktur Pemasaran PT Beisersdorf Indonesia, Tomasz Schwarz mengatakan, Indonesia menempati urutan ke-8 sebagai negara dengan polusi udara tertinggi di dunia (Global Air Report 2018). Sementara, Jakarta adalah salah satu kota yang memiliki kualitas udara terburuk di Asia Tenggara (WHO, 2016). Polusi udara yang mengandung kotoran dan bakteri dapat menyebabkan sejumlah masalah pada kulit.
"Hal ini dikarenakan kulit dapat menyerap semua jenis polutan yang berasal dari udara yang dapat menyebabkan lerawat, kullt kerlng, bintik hitam, Infeksi jamur, bau badan, kerusakan DNA sel-sel kulit, penurunan produksi kolagen," jelas Schwarz.
Schwarz menambahkan, gaya hidup aktif pria Indonesia di tengah polusi dan panas seperti berkendara seharian, menggunakan transportasi publik, dan berolahraga, dapat membuat wajah terlihat kusam serta menyebabkan keringat berlebih pada tubuh.